Gadgets

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Wednesday, 2 March 2011

Manusia dan Keadilan

Kriteria keadilan sangat beragam. Tidak ada satu pun kriteria baku yang sifatnya universal yang dapat menjelaskan konsep keadilan. Bagi kaum Sophis yang oportunis keadilan sangat subjektif. Bagi Socrates, Plato, dan Aristoteles keadilan mengacu kepada kepentingan orang banyak. Sedangkan bagi Aquinas yang berpandangan finalistik, keadilan adalah pemberian hak kepada setiap orang sesuai dengan kewajibannya.

Akan halnya Machiavelli yang berpandangan naturalistik, maka keadilan akan terwujud apabila keinginan-keinginan pribadi juga terwujud dan untuk mewujudkannya diperlukan kekuasaan karena dengan kekuasaan, ambisi pribadi akan tercapai.

Sedangkan bagi Hobes yang materialistis, yang mengukur segala sesuatu dengan materi, keadilan akan tercipta apabila ada aturan yang mengatur perilaku manusia karena tanpa aturan yang dibuat manusia akan saling membinasakan.

Dari pandangan di atas, ada benang merah yang dapat ditarik bahwa pada hakikatnya keadilan selalu mengacu kepada (adanya keseimbangan antara) hak dan kewajiban.

Meskipun tidak secara gamblang dinyatakan mengenai kewajiban-kewajiban itu tetapi apabila berbicara mengenai hak, maka secara implisit tersirat adanya kewajiban meskipun hak dan kewajiban itu sendiri juga sangat subjektif sifatnya.

Sumber : http://windynovita.wordpress.com/2010/01/03/artikel-ilmu-budaya-dasar/

Manusia dan Keindahan

Keindahan biasa disebut karena apabila kita memandang, mendengarkan, merasakan sesuatu membuat kita tenang, damai, dan sebagainya.

Ilmu budaya tidak terlepas dari keindahan, karena dalam unsur budaya terdapat keindahan. keindahan dapat dilihat didengar dirasa, setiap kelompok mempunyai persepsi yang berbeda dengan keindahan yang terdapat dibudaya.

Keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan sebagainya. Benda yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni, (meskipun tidak semua hasil seni indahl, pemandangari alam (pantai, pegunungan, danau, bunga-bunga di lereng gunung), manusia (wajah, mata, bibir, hidung, rambut, kaki, tubuh), rumah (halaman, ta13nan, perabot rumah tangga dan sebagainya), suara, warna dan sebagainya. Keindahan adalah identik dengan kebenaran.

Menurut The Liang Gie dalam bukunya “G,a-ris Besar Estetik” (Filsafat Keindahan) dalam bahasa Inggris keindahan itu diterjemahkan dengan kata “beautiful”, Perancis “beau”, Italia dan Spanyol “bello”, kata-kata itu ber­asal dari- bahasa Latin “bellum”. Akar katanya adalah ”bonum” yang berarti kebaikan kemudian mempunyai bentuk pengecilan menjadi’ ”bonellum” dan terakhir dipendekkan sehingga ditulis “bellum”. Selain itu menurut luasnya dibedakan pengertian:

1. Keindahan dalam arti luas.

Selanjutnya The Liang Gie menjelaskan.bahwa keindahan dalam arti luas mengandung pengertian ide kebaikan. Misalnya Plato menyebut watak yang indah dan hukum yang indah, sedangkan Aristoteles merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang baik dan juga menyenangkan.

. Jadi pengertian yang seluas-Iuasnya meliputi :

· keindahan seni

· keindahan alam

· keindahan moral

· keindahan intelektual.

2. Keindahan dalam arti estetik murni.

Keindahan dalam arti estetik murni menyangkut pengalaman estetik seorang dalam hubungannya dellgan se:gala sesuatu yang diserapnya.

3. Keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan.

Keindahan dalam arti yang terbatas, me~punyai arti yang lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut bendabenda yang dapat

-diserap dengan penglihatan, yakni berupa keindahan bentuk dan warna. keindahan tersusun dari berbagai keselarasan dan kebalikan dari garis, warna, bentuk, nada, dan kata-kata. Ada pula yang berpendapat bahwa keindahan adalah suatu kumpulan hubungan-hubungan yang selaras dalam suatu benda dan di antara benda itu dengan si pengarnat.

b. Nilai estetik

Dalam rangka teori umum tentang nilai The Liang Gie menjelaskan bahwa, pengertian keindahan dianggap sebagai salah satu jenis nilai seperti halnya nilai moral, nilai ekonomi, nilai pendidikan, dan sebagainya. Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik. Dalam ”Dictionary of Sociology and Related Science” diberikan rumusan tentang nilai sebagai berikut :

‘”The believed Capacity of any object to saticgy a human desire. The Quality of any object which causes it be of interest to an individual or a group” (Kemampuan yang dianggap ada pada suatu benda yang dapat memuaskan keinginan manusia. Sifat dari suatu benda yang menarik minat seseorang atau suatu kelompok).

Hal itu berarti, bahwa nilai adalah semata-mata adalah realita psikologi yang harus dibedakan secara tegas dari kegunaan, karena terdapat dalam jiwa manusia dan bukan pada hendaknya itu sendiri. Nilai itu (oleh orang) dianggap terdapat pada suatu benda sampai terbukti letak kebenarannya.

Nilai itu ada yang membedakan antara nilai sub yektif dan obyektif,Tetapi penggolongan yang penting ialah:

- Nilai ekstrinsik

Nilai ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya (“instrumental! Contributory value”), yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu contohnya  uisi, bentuk puisi yang terdiri dari bahasa, diksi, baris, sajak, irama, itu disebut nilai ekstrinsik

- Nilai intrinsik

Nilai intrinsik adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan, atau sebagai suatu tujuan, ataupun demi kepentingan benda itu sendiri. Contohnya : pesan puisi yang ingin disampaikan kepada pembaca melalui (alat benda) puisi itu disebut nilai intrinsik .

B. Pengelompokan-pengelompokan pengerian keindahan

dilihat dari beberapa persepsi tentang keindahan berikut ini :

1. Keindahan adalah sesuatu yang rnendatangkan rasa menyenangkan bagi yang melihat (Tolstoy);

2. Keindahan adalah keseluruhan yang merupakan susunan yang teratur dari bagian-bagian yang saling berhubungan satu sarna lain, atau dengan keseluruhan itu sendiri. Atau, beauty is an order of parts in their manual relations and in their relation to the whole (Baumgarten).

3. Yang indah hanyalah yang baik. Jika belum baik ciptaan itu belurn indah. Keindahan harus dapat memupuk perasaan moral. Jadi ciptaan-ciptaan yang amoral tidak bisa dikatakan indah, karena tidak dapat digunakan untuk memupuk moral (Sulzer).

4. Keindahan dapat terlepas sarna sekali dari kebaikan (Winehelmann).

5. Yang indah adalah yang rnemiliki proporsi yang harmonis. Karena proporsi yang harrnonis itu nyata, maka keindahan itu dapat disamakan dengan kebaikan. Jadi, yang indah adalah nyata dan yang nyata adalah yang baik (Shaftesbury). .

6. Keindahan adalah sesuatu yang dapat mendatangkan rasa senang (Hume).

7. Yang indah adalah yang paling banyak mendatangkan rasa senang, dan itu adalah yang dalam waktu sesingkat-singkatnya paling banyak memberikan pengalaman yang menyenangkan (Hemsterhuis).

Dengan melihat demikian beragamanya pengertian keindahan, dan kita harus percaya bahwa yang di atas itu hanyalah sebagian kecil, boleh jadi akan rnengeeewakan kita yang menuntut adanya satu pengertian yang tunggal tapi yang memuaskan. Namun demikian, dari berbagai pengertian yang ada, sebenarnya, kita bisa menempatkannya dalam kelompok-kelompok pengertian tersendiri, Pengelompokan-pengelompokan yang bisa kita buat adalah sebagai berikut :

1. Pengelompokan pengertian keindahan berdasar pada titik pijak atau landasannya.

Dalam hal ini ada dua pengertian keindahan, yaitu yang bertumpu pada obyek dan subyek, Yang pertama, yaitu keindahan yang obyektif, adalah keindahan yang memang ada pada obyeknya sementara kita sebagaimana mestinya. Sedang yang kedua; yang disebut keindahan subyektif; adalah keindahan yang biasanya ditinjau dari segi subyek yang melihat dan menghayatinya. Di sini keindahan diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat menimbulkan rasa senang pada diri si penikmat dan penghayat (subyek) tanpa dicampuri keinginan-keinginan yang bersifat praktis, atau kebutuhan·kebutuhan pribadi si penghayat.

2. Pengelompokan pengertian keindahan dengan berdasar pada cakupannya.

Bertitik tolak dari landasan ini kita bisa membedakan antara keindahan sebagai kualitas abstrak dan keindalan sebagai sebuah bcnda tertentu yang memang indah. Perbedaan semacam ini lebih tampak, misalnya dalam penggunaan bahasa Inggris yang mengenalnya istilah beauty untuk keindahan yang pertama, dan istilah The Beautiful untuk pengertian yang kedua, yaitu benda atau hal·hal tertentu yang memang indah.

3. Pengelompokan pengertian keindahan berdasar luas-sempitnya.

Dalam pengelompokan ini kita bisa membedakan antara pengertian keindahan dalam arti luas, dalam arti estetik murni, dan dalam arti yang terbatas. Keindahan dalam arti luas, menurut The Liang Gie, mengandung gagasan tentang kebaikan. Untuk ini bisa dilihat misalnya dari pemikiran Plato, yang menyebut adanya watak yang indah dan hukum yang indah: Aristoteles yang melihat keindahan sebagai sesuatu yang baik dan juga menyenangkan

Dari apa yang dikemukakan di atas, ada hal bisa kita petik, yaitu: Pertama, keindahan menyangkut persoalan filsafati, sehingga jawaban terhadap apa itu keindahan sudah barang tentu bisa bermacam-macam. Kedua, keindahan sebagai pengertian mempunyai makna yang relatif, yaitu sangat tergantung kepada subyeknya.

Pengertian keindahan tidak hanya terbatas pada kenikmatan penglihatan semata-mata, tetapi sekaligus kenikmatan spiritual.

Itulah sebabnya Al-Ghazali memasukkan nilai-nilai spiritual, moral dan agama sebagai unsur-unsur keindahan, di samping sudah . barang. tentu unsur-unsur yang lain.

C. Alasan Manusia Mencipta Keindahan

Keindahan itu pada dasamya adalah alamiah. Alam itu ciptaan Tuhan. Ini berarti bahwa keindahan itu ciptaan Tuhan. Alamiah itu artinya wajar, tidak herlebihan tidak pula kurang. Kalau pelukis wanita lebih cantik dari keadaan yang sebenarnya, justru tidak indah. Karena akan ada ucapan “lebih cantik dari warna aslinya”. Bila ada pemain drama yang berlebihlebihan,

misalnya marah dengan meluap-Iuap padahal kesalahan kecil, atau karena kehilangan sesuatu yang tak berharga kemudian menangis meraung-raung, itu berarti tidak alamiah.

Maka keindahan berasal dari kata indah berarti bagus, permai, cantik, molek dan sebagainya. Benda yang mengandung keindahan ialah segala hasil seni dan alam semesta ciptaan Tuhan. Sangat luas kawasan keindahan bagi manusia. Karena itu kapan, di mana, dan siapa saja dapat menikmati keindahan.

D. Hubungan manusia dan keindahan

manusia memiliki lima komponen yang secara otomatis dimiliki ketika manusia tesebut dilahirkan. Ke-lima komponen tersebut adalah nafsu, akal, hati, ruh, dan sirri (rahasia ilahi). Dengan modal yang telah diberikan kepada manusia itulah (nafsu, akal dan hati) akhirnya manusia tidak dapat dipisahkan dengan sesuatu yang disebut dengan keindahan. Dengan akal, manusia memiliki keinginan-keinginan yang menyenangkan (walaupun hanya untuk dirinya sendiri) dalam ruang renungnya, dengn akal pikiran manusia melakukan kontemplasi komprehensif guna mencari niolai-nilai, makna, manfaat, dan tujuan dari suatu penciptaan yang endingnya pada kepuasan, dimana kepuasan ini juga merupakan salah satu indikator dari keindahan.

Akal dan budi merupakan kekayaan manusia tidak dirniliki oleh makhluk lain. Oleh akal dan budi manusia memiliki kehendak atau keinginan pada manusia ini tentu saja berbeda dengan “kehendak atau keinginan” pada hewan karena keduanya timbul dari sumber yang berbeda. Kehendak atau keinginan pada manusia bersumber dari akal dan budi, sedangkan kehendak atau keinginan pada hewan bersumber dari naluri.

Sesuai dengan sifat kehidupan yang menjasmani dan merohani, maka kehendak atau keinginan manusia itu pun bersifat demikian.

Jumlahnya tak terbatas. Tetapi jika dilihat dari tujuannya, satu hal sudah pasti yakni untukmenciptakan kehidupan yang menyenangkan, yang memuaskan hatinya. Sudah bukan rahasia lagi bahwa “yang mampu menyenangkan atau memuaskan hati setiap manusia itu tidak lain hanyalah sesuatu yang “baik”, yang “indah”. Maka “keindahan pada hakikatnya merupakan dambaan setiap manusia; karena dengan keindahan tu itu manusia merasa nyaman hidupnya. Melalui suasana . keindahan itu perasaan “(ke) manusia (annya)” tidak terganggu.

Dengan adanya keinginan-keinginan tersebut, manusia menggunakan nafsunya untuk mendorong hasrat atau keinginan yang dipikirkan atau direnungkan oleh sang akal tadi agar bisa terrealisasikan. Ditambah lagi dengan anugrah yang diberikan-Nya kepada kita (manusia) yakni berupa hati, dimana dengan hati ini manusia dapat merasakan adanya keindahan, oleh karena itu manusia memiliki sensibilitas esthetis.

Selain itu manusia memang secara hakikat membutuhkan keindahan guna kesempurnaan pribadinya. Tanpa estetika manusia tidak akan sempurna, Karena salah satu unsur dari kehidupan adalah estetika. Sedang manusia adalah mahluk hidup, jadi dia sangat memerlukan estetika ini.

Sumber : http://akudisinidwi.wordpress.com/2010/04/22/manusia-dan-keindahan/

Sunday, 27 February 2011

Manusia dan Cinta Kasih

Menurut Saya (penulis), makna cinta itu sangat luas, bukan hanya sekedar kepada lawan jenis, tapi kepada makhluk Allah lainnya. Setiap makhluk mempunyai rasa cinta karena Sang Pencipta Maha Memiliki Cinta. Rasa cinta sangat mempengaruhi peradaban dan perkembangan manusia, karena rasa cinta itulah kita bisa saling menyayangi, menolong, saling membantu, kerja sama, dan layaknya makhluk sosial.

W.J.S Poerwadarminta,Cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada),ataupun (rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya.kasih artinya persaan atau cinta kepaa atau menaruh belas kasian.

>Dr Sarlito W.Srwono cinta memiliki tiga unsur yaitu:


keterikatan adalah adanya untuk hanya bersanma dia,segala priritas untuk dia.tidak mau pergi dengan orang lain kecuali dengan dia.kalau janji dengan dia harus ditepati,ada uang sedikit beli oleh-oleh untuk dia.


keintiman,yaitu adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menujukan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi.pangilan-pangilan formal seperti bapak,ibu,saudara digantikan dengan sekedar memangil nama atau sebutan sayang dan sbg.

kemesraan,yaitu adanya rasa ingin membelai atau dibeli ,rasa kangen kalau jauh atau lama tidak bertemu,adanya ucapan-ucapan yang mengucapkan rasa sayang,dan seterusnya untuk lebih jelasnya gambar berikut yang menujukan segitiga cinta.


Dr.Sarlito W.Sarwono mengemukakan,bahwa tidak semua unsur cinta itu sama kuatnya.kadang-kadang ada keterikatan sangat kuat,tetapi kintiman atau kemesraannya kurang.cinta seperti itu mengandung kesetian yang amat kuat,kecemburuan besar,tetapi dirasakan oleh pasangan sebagai dingin atau hambar,karena idak ada kehangatan yang timbul kemesraan atau kintiman.misalnya cinta sahabat karib atau saudara sekandung yang penuh keakraban,tetapi tidak ada gejolak-gejolak mesra dan orang yang bersakutan masih lebih setia kepada hal-hal dari pada partnenya.cinta yang pincang yaitu cinta yang berwana degan kesraan yang sangat mengejolak,tatapi unsur keintiman dan ketertarikan yang kurang.

Cinta adalah perasan jiwa yang bergejolak hati yang mendorong seseorang untuk mencintai kekasihnya dengan penuh,gairah,lembut,dan kasih sayang.dan cinta fitrah manusia murni,yang tak dapat trpisahkan dengan kehidupannya.

Didalam kitab suci Alqu’ran,ditemukan adanya fenomena cinta yang bersembunyi didalam jiwa manusia.cinta memiliki tiga tingkat-tingkatan:tingi,menengah,dan rendah.tingkatan cinta tersebut diatas adalah berdasarkan firman Allah dalam surat At-taubat ayat 24 artinya:
“katakanlah:jika bapak-bapak,anak-anak,saudara-saudara,istri-istri keluargamu,harta kekayaan yang kamu usahakan,perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya,dan rumah-rumah tempat tingal yang kamu sukai;adalah lebih kamu cinta dari pada Allah dan Rasulnya dan berjihad dijalannya,maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusannya,dan Allah memberikan petunjukan orang-orang fasik.”

Cinta tingkat tinggi adalah cinta kepada Allah,Rasulullah dan berjihad di jalan Allah.Cinta tingkat menengah adalah cinta kepada orang tua,anak,saudara,istri/suami dan kerabat.cinta tingkat rendah adalah cinta yang lebih mengutamakn keluarga,kerabat,harta dan tempat tinggal.

Hakekat cinta adalah suatu energi yang datang dari perasaan hati dan jiwa.ia timbul dari perasaan seseorang yang dicintainya,aqidah,keluarga,kekerabatan,atau persahabatan.cinta tingkat rendah adalah:cinta yang paling keji,hina,dan merusak rasa kemanusiaan.karena itu ia cinta rendah. Bentuknya beraneka ragam misalnya:
1.cinta kepada thagut.thagut adalah syetan,atau seseuatu yang selain tuhan dalam surat Al baqarh,Allah berfirman:
Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan Allah:mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah.
2.cinta berdasarkan hawa nafsu. 
3.cinta yang lebih mengutamakan kecintaan pada yang orang tua,anak,istri,perniagaan dan tempat tinggal.

Hikmah cinta adalah sangat besar.diantara hikmah-hikmah tersebut adalah:
1.sesungguhnya cinta itu adalah merupakan ujian yang berat dan pahit dalam kehidupan manusia,karena setiap cinta akan mengalami berbagai rintangan.
2.bahwa fenomena cinta telah melekat didalam jiwa manusia merupakan pendorong dan pembangkit yang paling besar didalam melestarikan kehidupan lingkungan.
3.bahwa fenomena cinta merupakan faktor utama didalam kelanjutan hidup manusia,dalam kenal-mengenal antra mereka.
4.fenomena cinta,jika diperhatikan merupakan pengikat yang paling kuat di dalam hubungan antara anggota keluarga,kerukunan bermasyarakat,mengasihi sesama makhluk hidup,menegakkan keamanan,ketentraman,dan keselamatan disegala penjuru bumi.


B.CINTA MENURUT AJARAN AGAMA

Ada yang berpendapat bahwa etika cinta dapat dipahami dengan dikaitkan dengan agama.Dalam kehidupan manusia,cinta menampakan diri dalam berbagai bentuk.kadang-kadang seseorang mencintai dirinya sendiri.kadang-kadang mencintai orang lain.atau juga istri dan anaknya,hartanya,atau Allah dan Rasulnya.berbagai bentuk cinta ini bisa kita dapatkan dalam kitab Al qur’an:
1.cinta diri:erat kaitannya dengan dorongan menjaga diri.
2.cinta kepada sesama manusia:agar manusia dapat huidup dengan penuh keserasian dan keharmonisan dengan manusia lainnya,tidak boleh ia harus membatasi cintanya pada diri sendiri dan egoismenya.
3.cinta seksual
cinta erat kaitnya dengan dorongan seksual.sebab ialah yang bekerja dalm melestarikan kasih sayang,keserasian,dan kerja sama antara suami istri.meruoakan faktor primer bagi kelngsungan hidup keluarga:
“dan di antaran tanda-tanda kekuasaannya ialah dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendri,supaya kamu cenderung dan merasa tenttram kepadanya,dan dijadikannya diantaramu rasa dan sayang.sesunggunya pada yang demikian itu bener-bener terdapat tanda-tanda bagi yang brpikir.Qs,Ar-Rum,30:21)”
4.cinta kebapakan
mengingatkan antara ayah dengan anak-anaknya terjalin oleh ikatan-ikatan fisiologi seperti yang menghubungkan si ibu dengan anaknya.
5.cinta kepada Allah
Puncak cinta manusia,yang paling bening,jernih dan spritual ialah cintanya kepada Allah dan kerinduannya kepadanya.
6.cinta kepada rasul
Cinta kepada rasul,yang diutus Allah sebagai rahman seluruh alam semesta,menduduki peringkat ke dua setelah cinta kepada Allah.

C.KASIH SAYANG

Pengertian kasih sayang menurut kamus umum bahasa indonesia karangan W.J.S Poerwadarminta adalah perasaan sayang,perasaan cinta atau perasaan suka kepada sesorang.
Adanya kasih sayang ini mempengaruhi kehidupan si anak dalam masyarakat.orang tua dalam memberikan kasih sayangnya bermacam-macam demikian pula sebaliknya.dari car pemberian cinta kasih ini dapat dibedakan:
1.orang tua bersifat aktif,si anak bersifat pasif.
2.orang tua bersifat pasif,si anak bersifat aktif.
3.orang tua bersifat pasif,si anak bersifat pasif.
4.orang tua bersifat aktif,si anak bersifat aktif.

Asrus sani dalam sajak “surat dari ibu” mengukapkan betapa tulus cinta kasih seseorang ibu kepada anaknya.sajak asrul dibawah ini.

Surat dari ibu
Pergi ke dunia luas anakku sayang
Pergi ke hidupan bebas
Selamanya angin masih angin buritan
Dan matahari pagi menyinari daun-daunan
Dalam rimba dan padang hijau

Pergi ke dunia lepas,anakku sayang
Pergi ke alam bebas
Selama hari belum petang
Dan warna senja belum kemerah-merahan
menutup pintu waktu lampau

jika bayang telah pudar dan elang laut pulang ke sarang
angin bertiup ke benua tiang-tiang akan kering sendiri
dan mahkota sudah tahu pedoman
boleh engkau datang padaku
kembali pulang anakku sayang
kembali ke balik malam jika kapal telah rapat ketepian
kita akan bercerita tentang cinta dan hidupmu pagi hari

dalam sajak itu,asrul asni mengukapkan betapa tulus dan cinta kasih sayang seoang ibu kepada anaknya bukan dengan memanjakan melainkan dengan nasehat dan petuah-petuah agar anaknya pergi menuntun ilmu kenegri seberang,dan mencari pengalaman hidup sebanyak-banyaknya.
Ada beberapa macam kasus kasih sayang dalam kehidupan,semua orang tua mengharapkan anaknya bahagia,karena itu tidak sedikitpun orang tua menumpahkan kasih sayang secara berbeda-beda sesuai kemampuan dan pendapatannya.

D.KEMESRAAN 

Kemesraan berasal dari kata dasar mesra,yang perasaan simpati yang akrab.kemesraan adalah hubungan yang akrab baik antara pria dan wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga.

E.PEMUJAAN

Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta kepada tuhannya yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual.kecintaan manusia kepada tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.hal ini ialah karena pemujaan kepada tuhan adalah inti,nilai dan makna kehidupan yang sebenarnya.apa sebabnya itu terjadi adalah karena tuhan menciptakan alam semesta.dalam surat Al-furqon ayat 59-60 yang menyatakan,”dia yang menciptakan langit dan bumi beserta apa-apa diantara keduanya dalam enam rangkaian masa,kemudian dia bertahta diatas singgasananya dia maha pengasih,maka tanyakanlah kepadanya tantang soal-soal apa yang perlu diketahui.”
Surat 60,”bila dikatakan kepada mereka,sujudlah kepada tuhan yang maha pengasih.”
Tuhan adalah pencipta,tatapi tuhan juga penghancur segalanya,bila manusia mengabaikan segala perintahnya.

F.BELAS KASIHAN

Dalam surat yohanes dijjelaskan ada 3 macam cinta:
1.Cinta agape ialah cinta manusia kepada tuhan.
2.cinta philia ialah kepada ibu bapak (orang tua)dan saudara.
3.cinta amor/eros ialah antara pria dan wanita.

a.cara-cara menumpahkan belas kasihan

dalam kehidupan banyak sekali yang harus kita kasihani dan banyak cara kita menumpahkan belas kasian.yang perlu kita kasihani antara lain:piatu,orang-orang jompo yang tidak mempunyai ahli waris,pengemis yang benar-benar tidak mampu bekerja,orang sakit dirumah sakit,orang cacat,masyarakat kita yang hidup menderita dan sebagainya.

G.CINTA KASIH EROTIS

Cinta kasih erotis ialah berlawanan dua jenis cinta kasih,yaitu kehausan akan penyatuan yang sempurna,akan penyatuan dengan seseorang lainya.pada hakekatnya cinta kasih tersebut bersifat ekskulsif,bukan uniliversal,dan juga barangkali merupakan bentuk cinta kasih yang paling tidak dapat dipercaya.
Faktor-faktor mengatasi keterpisahan:
>bercakap-bercakap tentang kehidupan diri pribadi.
>tentang pengharapan-pengharapan dan kecemas-kecemasannya.
>menampakan diri dengan segi-segi keanehannya
>mengadakan hubungan dan minat yang sama terhadap dunia sekitar

Cinta kasih erotis apabila ia benar-benar cinta kasih,mempunyai satu pendirian,yaitu bahwa seseorang sungguh-sngguh mencintai dan mengasihi dengan jiwanya yang sedalam-dalamnya,pada hakekanya,semua makhluk manusia itu identik.

Demikian pandangan bahwa cinta kasih erotis merupakan atraksi individual belaka maupun pandangan bahwa cinta kasih erotis itu tidak lain dari pada perbuatan kemauan,kedua-duanya benar,atau lebih tepat jika dikatakan bahwa tidak terdapat pada yang satu juga tidak pada yang lain.oleh karna itu pernikahan mudah saja dapat diputuskan apabila orang tidak bersukses didalamnya merupakan gagasan yang sama sekali keliru dengan gagasan bahwa hubungan semacam itu di dalam keadaan bagaimana tidak boleh diputuskan.

sumber : http://hatiryan.wordpress.com/2009/11/21/ilmu-budaya-dasar-bab-4/
luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com